Mimpi PKL Taman Topi Bogor Wujudkan Wisata Seperti di Makati

0
57

Liputan6.com, Bogor – Puluhan Pedagang Kaki Lima atau PKL di kawasan Taman Topi, Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor bebenah diri. Para PKL membangun lapaknya menggunakan baja ringan sehingga mulai tertata rapi.

 

“Ini impian kami menjadikan kawasan Jalan Dewi Sartika sebagai salah satu kawasan wisata belanja di Kota Bogor,” ujar Koordinator Paguyuban PKL Taman Topi Umar Sanusi, Bogor, Minggu (7/12/2014).

 

Meskipun belum semua PKL Taman Topi melakukan pembenahan namun setidaknya telah memberikan sumbangsih yang berharga kepada Pemerintah Kota Bogor dalam menata PKL.

 

“Kita ingin PKL Taman Topi menjadi barometer PKL-PKL lainnya yang ada di Kota Bogor,” ujar Sanusi.

 

Sanusi menyebutkan, pembangunan lapak PKL tersebut merupakan swadaya murni para PKL. “Kami membangun lapak tanpa bantuan sepeser pun dari Pemerintah Kota Bogor.”

 

“Karena terwujudnya pembangunan tersebut murni swadaya PKL yang tergabung dalam paguyuban PKL Taman Topi. Ke depan kami berkeinginan membentuk koperasi para PKL,” lanjut dia.

 

Sanusi mengatakan, dari 3 kelompok PKL yang ada di Taman Topi, pihaknya yang pertama melakukan pembenahan. “Kelompok PKL kami berjumlah sekitar 75 pedagang, mereka berjualan sepatu, handphone, jam tangan, dan berbagai jenis batu akik,” ujar dia.

 

Sanusi berharap, semua PKL di kawasan Taman Topi bisa ditata. Jika nanti semua PKL di Jalan Dewi Sartika bisa tertata rapi, dirinya yakin Kawasan Wisata Belanja Taman Topi akan terwujud.

 

“Kami bermimpi ke depan kawasan Taman Topi seperti di Makati, yaitu kawasan PKL yang ada di Filipina,” ujar dia berharap.

 

Karena itu, Sanusi berharap, dinas instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Bogor seperti Kantor Koperasi dan UKM, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mendukung para PKL.

 

“Ini peluang untuk Disbudpar untuk mengembangkan kepariwisataan di Kota Bogor,“ ucap dia.

 

Sanusi menilai Kawasan Taman Topi layak menjadi kawasan Wisata Belanja. Sebab, memiliki lokasi yang strategis, tak jauh dari stasiun kereta api, Kebun Raya dan Istana Bogor.

 

“Wisatawan yang datang dengan menggunakan jasa kereta api yang datang ke Bogor bisa mampir ke Taman Topi untuk berbelanja,” ungkap dia.

 

Menurut Sanusi, Taman Topi dulunya pernah dijadikan terminal antarkota sebelum terminal Baranangsiang dibangun. Sedangkan semasa Kolonial Belanda, Taman Topi adalah taman kota bernama Wilhelmina Park yang dibangun pada abad XIX. Wilhelmina diambil dari nama seorang ratu kerjaan Belanda saat itu.

 

Ruang terbuka hijau dikelilingi oleh jalan Bantam Weg yang sekarang Jalan Kapten Muslihat, Park Weg sekarang Jalan Dewi Sartika, dan area Stasiun Bogor yang dibangun pada 1881.

 

“Jadi, kalau di masa Kolonial Belanda taman kota, kenapa tidak sekarang dijadikan kawasan Wisata Belanja?” pungkas Sanusi.

 

Sumber: Liputan6.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here