Petani Pilih Jadi Buruh, Kedaulatan Pangan Indonesia Terancam

0
83

Merdeka.com – Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mengakui saat ini banyak petani Indonesia yang beralih profesi menjadi buruh pabrik. Hal ini terjadi lantaran tidak jelasnya aturan pendapatan petani yang berubah setiap waktunya.

 

Jika terus dibiarkan kondisi ini tentu saja akan mengganggu kedaulatan pangan bangsa. Selain itu menurut Rachmat, petani Indonesia punya lahan pertanian rata-rata 300 meter persegi. Berbanding terbalik dengan petani luar negeri yang bisa mempunyai lahan minimal 1 hektar.

 

“Enggak bisa disalahkan karena mereka enggak punya kepastian income. Akhirnya mereka pilih jadi buruh pabrik karena dapat gaji lebih besar,” kata Rachmat di Jakarta, Senin (1/12/) malam.

 

Menurut Rachmat, dengan berkurangnya jumlah petani akan berpotensi meningkatkan nilai impor pangan. “Pangan lemah. Kita bisa ketergantungan impor. Nanti selalu berantem di antara kita.”

 

Namun demikian, Rachmat mengakui tingginya impor membuat dirinya mendapat banyak kritikan dari publik. Terlebih, nomor telepon selulernya yang tersebar kepada publik bikin dirinya kerepotan.

 

“Saya jadi tahu kan masalahnya. Maka itu Kemendag sekarang akan mempertegas langkahnya untuk dorong investasi dan dorong industri nasional. Kita sama Kemenperin, KKP, Kementan, Kemenkop dan UKM akan atasi impor-impor ini,” tegasnya.

 

Pihaknya juga sesumbar bahwa dalam tiga tahun ke depan bakal memperkuat kedaulatan pangan. “Kementerian akan kontrol pangan-pangan ini. Kita bilang enggak karena dukung kedaulatan pangan. Ini pondasi ekonomi. Kita bisa terhindar dari krisis pangan,” tutupnya.

 

Sumber: Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here