Belajar Psikologis Manusia, Modal Utama Branding

0
52
Belajar Psikologis Manusia, Modal Utama Branding

rumahukm.com. Kamu pasti sudah tahu bahwa ilmu branding punya keterkaitan erat dengan ilmu psikologi karena keduanya mempelajari bagaimana persepsi, emosi, dan perilaku manusia dipengaruhi dan dibentuk.

 

Yes, salah satu teori psikologis yang relevan adalah Teori Asosiasi Klasik yang dikembangkan oleh Ivan Pavlov. Dalam konteks branding, teori ini menjelaskan bagaimana suatu brand bisa menciptakan asosiasi positif di benak konsumen melalui repetisi dan pengalaman yang konsisten. Misalnya, konten yang terus-menerus menampilkan situasi bahagia atau sukses saat menggunakan produk tertentu, bisa membuat konsumen mengasosiasikan brand tersebut dengan perasaan positif, sehingga meningkatkan daya tarik dan brand loyalty.

 

Teori Disonansi Kognitif oleh Leon Festinger juga memainkan peran penting dalam branding. Teori ini menyatakan bahwa individu cenderung menghindari ketidaknyamanan yang disebabkan oleh inkonsistensi antara keyakinan dan tindakan mereka. Dalam konteks branding, saat konsumen mengalami disonansi karena tindakan mereka (seperti membeli produk yang nggak sesuai dengan value mereka), mereka cenderung mencari cara untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, seperti beralih ke brand lain yang lebih selaras dengan keyakinan mereka. Brand yang berhasil mencerminkan value dan keyakinan konsumen bisa meminimalisir disonansi ini dan memperkuat hubungan emosional.

 

Teori Identitas Sosial dari Henri Tajfel juga sangat relevan dalam ilmu branding. Teori ini menyatakan bahwa individu mendefinisikan diri mereka berdasarkan keanggotaan dalam kelompok sosial tertentu. Brand yang berhasil menciptakan komunitas atau identitas sosial yang kuat bisa menarik konsumen yang ingin merasa menjadi bagian dari kelompok tersebut. Misalnya, brand seperti Apple dan Harley-Davidson nggak hanya menjual produk tetapi juga menawarkan identitas dan komunitas buat penggunanya. Konsumen yang merasa teridentifikasi dengan komunitas tersebut cenderung menunjukkan loyalitas yang tinggi dan menjadi brand advocate yang setia.

 

Nah, melalui penerapan teori-teori psikologi ini, ilmu branding bisa lebih efektif dalam rangka memahami perilaku konsumenmu.

 

Pelajari insight-insight lainnya seputar branding dengan Follow akun IG @subiakto, subscribe YouTube Subiakto Official, dan baca artikel-artikel insightful di website www.subiakto.com.

 

Penulis: Nungki Mayangwangi

@mayangwangi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here